267

Kumpulan Puisi Ibu yang Sangat Menyentuh Hati dan Bikin Nangis

Puisi Ibu – Sebagai putra-putri yang berbakti kepada ibu, sudah sepantasnya kita berusaha membalas jasa-jasa mereka dengan semampu kita.

Puisi ibu yang kita tuliskan disini hanya secuil di antara banyak cara yang bisa kita lakukan sebagai bukti cinta kita kepada ibu. Silahkan  baca dan resapi setiap pesan dari puisi untuk ibu di bawah ini.

Puisi Ibu

titikdua.net

Saat Ku Menutup Mata

Saat ku menutup mata bunda
Aku tak ingin mata itu melihat ku
Saat ku menutup mata bunda
Saat ku menutup mata bunda
Aku ingin bibir itu tersenyum
Aku tidak ingin engkau terluka

Bunda
Mungkin ini adalah lihatan yang sangat bagimu
Tapi aku tak ingin melihat dengan seakan tak sanggup melepaskanku

Bunda
Aku hanya ingin engkau merelakanku
Dan mengantarkan aku pulang ke rumahku dengan senyum
Saat ku menutup mata bunda
Aku ingin kau tahu bahwa aku
Menyayangimu
Bahwa aku
Mencintai mu
Aku bahagia bisa jadi anakmu

Bunda Dalam Cahaya

Dia adalah wanita bernama cahaya
Hatinya sangat memancar
Tergurat dalam doa-doa ku
Tangan kecilnya mengantar kami
di gerbang cahaya ilmu

Dia berjalan dengan cinta yang tulus
Dia berjalan menerjang luka luka
Bahkan dia menempuh tanpa
batas rasa malu

Ialah Ibu dari segala cahaya
Ibu dari semua luka kami
Ibu dari jejak yang terukir
di dalam tinta sejarah.

Ibu Malaikatku

Ibu…
Di sini kutuliskan cerita tentangmu
Nafas yang tak pernah terjerat dusta
Tekad yang tak pernah koyak oleh masa
Seberapa pun sakitnya kau tetap memiliki penuh cinta

Ibu…
Tanpa lelah kau mlayani kami tanpa pamrih
Dengan segenap rasa bangga dihati
Takpernah terbesit sejenak fikirkan lelahmu
Engkau terus berjalan diantara duri-duri yang tajam

Ibu…
Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta
Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia
Selalu kuharapkan kau terus bersamaku
Dengan cinta berikan petuahmu

Ibu..
Kaulah malaikatku Penyembuh luka dalam kepedihanku
Penghapus dahaga akan kasih sayangmu
Sampai kapanpun itu..
Aku akan tetap mencintaimu “ibu”..

Puisi Tentang Ibu

titikdua.net

Menangislah bunda

Bunda..
Aku memang tak melihat,
hari di mana kau dilahirkan di bumi ini,
tetapi aku sangat yakin,
Hari itu pasti hari yang indah,
Langit memerah jambu,
Awan berdesakan hendak akan turun,
Mentari memerlingkan mata,
sorepun tak ingin,
beranjak menjadi malam,
Karena dunia sangat gembira,
menyambut kehadiran wanita,
mulia di bumi.

Bunda..
aku memang tak melihat,
hari di mana aku dilahirkan,
hari yang kau senyumi di saat itu,
hari yang kutangisi di saat itu,
hari yang tak pernah kunanti,
karena ketakutanku yang amat sangat,
tentang sebuah balas budi,
dan janji-janji bakti,
yang tak mungkin kupenuhi,
untuk mewujudkan harapanmu.

Bunda..
Hari ini aku masih bisa melihat senyummu,
kurang lebih,
hampir sama seperti senyummu yang dulu,
ketika kau melahirkanku,
tetapi ijinkan aku bertanya,
bukankah bulan tak selamanya purnama?
Dan embun pagi akan diteguk binatang melata,
akupun telah tak telanjang lagi,
karena berbaju tebal keangkuhan,
maka seyogyanya,
menangislah bunda.

Selamat Hari Ibu!

Ibu,
Kaulah yang
kubanggakan
Kaulah tempatku berpijak
Kaulah tempat sandaranku
Kaulah panutanku
segalanya bagiku…

Di tangan ibulah aku dapat merasakan betapa bahagianya aku
Masih mempunyai orang tua
Betapa senangnya aku melihat ibu tertawa lepas.

Betapa hancurnya
hatiku ketika melihat ibu menangis
Betapa ibu mengharapkanku menjadi orang yang berhasil
Setiap kali ibu menutup telepon dengan
berkata
”Belajar yang rajin ya!”

Ya Allah… Berkatilah ibuku, curahkanlah rahmat-Mu untuk ibuku.
Berkatilah pekerjaannya
dan buatlah supaya aku dapat berbakti kepada ibuku dengan
sepenuh hatiku.

Ya Allah, ke dalam tangan-Mu kuserahkan keluargaku…

Aamiin!!

Ibu

Beredar bintang di garisnya
Bulan bercahaya pada lintasnya
Waktu bergulir dalam takdirnya

Aku…
Terlahir dari manusia hebat
Sepertinya…
Merupakan anugerah terbesar Tuhan untukku
Menjadikanku pelipur lara jiwanya

Kau…
Perempuan hebat di jiwa lemahku
Menyayangi tanpa batas
Mendampingi di semua kisahku

Kau…
Perempuan terbaik dalam kerajaanku
Motivasi terbaik di setiap lika-liku hidupku

Ibu…
Aku mencintaimu
Terima kasih untuk semua waktu dan lelahmu

Ibu…
Aku mencintaimu.

Puisi untuk Ibu

Kaskus.com

Cahaya Ibu

Cinta yang kau beri membuatku terasa hangat
Padahal dunia bernaung dengan kerasnya
Senyumanmu membuat diri ini nyaman
Walaupun letih yang kau sembunyikan terasa berat

Ibu,
Kau adalah cahaya satu-satunya di hidupku, tanpamu apa jadinya aku?

Maafkan aku yang tak mengingatnya
Saat kau mengganti popokku, memberiku Asi.. Menghiburku di kala aku menangis
Ibu, maafkan aku yang pernah berfikir kau membeciku di kala memarahiku

Terimakasih telah memayungiku selama ini
Mungkin saatnya aku berdiri tanpamu di kala aku terpukul kerasnya palu dunia

Dan harapanku kau jangan pergi
Sampai saat nanti kau menangis bahagia karenaku

Puisi untuk Ibu

Ibu…
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

Ibu…
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku
dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan
malam

Ibu…
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

Ibu…
telah kupandang wajahmu di waktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan
sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga
muncul tangismu

Ibu…
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu…
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu…
hanya do’a yang bisa kupersembahkan
untukmu
karena jasamu
tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu
Ibu…, I LOVE YOU SO MUCH
juga kepada Ayah…!!

Dari anakmu di tanah rantau

Salah besar,
Kalo yang dibahagiain mati-matian sosok pacar..
Orang yang terbilang baru kita kenal ketimbang Ibu,
Orang yang baru kita cintai ketimbang Ibu,
Orang yang bisa  jadi esok, akan mengecewakan kita..

Bilang Cinta & Sayang bisa setiap saat pada dia kekasihmu..
Padahal, Ibu juga inginkan anaknya berikan kasih sayangnya meski hanya sacuil sayang..
Ahh.. Untung beliau yang paling mengerti tidak pernah marah atau bahkan sampai cemburu menguras hati dengan dia sang kekasih

Kasihnya Ibu,
Cintanya Ibu,
Sayangnya Ibu,
Engga ada ujung finishnya..
Beliau takkan lelah sedikitpun mengurusimu..
Beliau takkan jenuh mendengar celotehmu..
Bahkan, Beliau akan lakukan sesuatu apapun untuk kebahagian kita..

Meski, senyumnya harus selalu mengumpat dari rasa letihnya..
Gurat keriputnya menjadi saksi tulus kebaikannya tanpa kepura-puraan..

Sungguh, aku malu..
Saat diri ini lupa mengabarinya barang seminggu sekali,
Sibuk mengurusi hal lain, kesibukan yang lain,
Yang padahal ada sosok tangguh yang mengkhawatirkan keadaanku..
Tetap sehat selalu yaa Ibuu..
Jaga Pola makanmu..
Aku rindu, dengan senyum tanpa kepalsuan seperti yang kadang orang lain lakukan untukku..
Aku rindu, dengan solusi dari curhatanku yang meski hanya itu-itu saja “Sabar, ya Nak.. ????

Puisi hangat untuk Ibu

Kumenatap ke atas langit yang bertaburan bintang
Saat kupalingkan wajahku ke bumi yang kulihat adalah pecahan mimpi yang mengalir bersama luka jiwaku

Ingin kusatukan mimpi itu kembali tuk melihat senyumanmu ibu
Walau senyum itu tak lagi nyata :-/

Apa yang dapat kulakukan jika kerinduan menjemur jiwaku?
Tapi entahlah… yang kupikirkan hanyalah wajah kecilku yang kau peluk saat itu

Ibu…
Takdir kemarin yang melepas peluk hangatmu
Peluk kasih sayang yang ingin kubalas
Walau saat ini kau tiada lagi di sini

Kutau harapanmu adalah saat aku jadi yang terbaik
Saat keceriaan selalu ada di langkah-langkahku

Ibu…
harapan itu akan di peroleh jika aku mengejarnya

Dan saat ini pula aku akan terus hidup di penghujung harapan
bersama mimpi yang menghubungkan kita

Sampai saatnya aku melihat senyum itu di langit

Miss You Mom

Puisi Ibu Singkat

Jagad.id

Ibu…!
Aku tahu…
Semua letihmu itu tulus
Dan…akupun tahu
Bukan apa-apa yang engkau ingin
Engkau tak pernah inginkan apa-apa.


Ibu…!
Dulu engkau pernah bilang
Cepatlah besar anakku !
Jadilah engkau orang besar
Yang membesarkan hati Ibu.


Ibu…!
Semua hebatku
Tak kan pernah ada
Tanpa ikhlas pengorbananmu.


Ibu…!
Sabdamu adalah do’a
Do’a yang nyaring terdengar
Dan pasti… didengar !


Bukan gelimang harta tuk membalas
Bukan pula, tahta dan mahkota
Bhakti, taat… menjaga hati
Itu saja…cari dan mesti kau beri.


Bunda… Bunda…
Usiamu kini tak lagi muda
Tapi aku jua belum bisa apa-apa.


Aku tak tau apa yang harus kulakukan tanpa dia
Dia yang selalu mengerti aku
Dia yang tak pernah letih menasehatiku
Dia yang selalu menemani.


Ibu…
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian.


Ibu…
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga.


Ibu…
hanya do’a
yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu tiada terbalas.


Ibu
Maafkan atas tangis ini
Maafkan aku atas rasa bodoh ini
Maafkan atas segala laraku untukmu
Maaf.


Ibu
Mengapa tak sadar diri ini
kalau dia selalu menyayangiku
Lebih dari siapapun
Apapun.

Puisi Ibu Tersayang

Silhouette of a young mother lovingly holding hands with her happy little child outside in front of a sunset in the sky.

Jasamu Ibu

Jasamu teramat besar untukku
Engkau rela gantung nyawa saat mengeluarkanku
Darah dan lelahmu menjadi saksi biru hebatnya cintamu.

Sampai menjadi abu sekalipun
Kutetap tiada bisa membayar lunas jasamu
Engkau terlalu besar berkorban untukku.

Wahai ibu maafkan aku
Aku berbuat salah
Aku menyakiti hatimu dengan tingkahku
Aku minta maaf ibu.

Engkau adalah segalanya untukku
Gunung uang tidak akan bisa membelimu
Tidak, tidak ada materi yang bisa menukarmu.

Ibu jika nanti aku sukses
Aku berjanji akan membahagiakanmu
Tidak akan aku biarkan hidupmu merana
Akan kujaga kau hingga ujung nyawaku.

Sedikit puisi buat mama

Kau berusaha agar dapat memberi warna-warni yang indah di hidupku
Walau letihmu terasa kau selalu tersenyum di depanku
Banyak badai yang runtuh kau mampu menahan dengan kesabaranmu
Kuatnya kasih darimu hingga surga pun tunduk di telapak kakimu

Mama…
Di saat aku belum mengerti, kaulah guruku
di saat aku sakit, kaulah dokterku
di saat aku merasakan lapar, kau siap menjadi kokiku
Bagiku kau adalah superhero di duniaku

Kini aku mengerti
Akulah yang mampu menutup awan dengan pelangi
Memberi semua harapan yang selama ini kau inginkan
Walau jika aku gagal..
Aku berjanji kan terus mencobanya hingga akhirnya air mata bahagia yang kau tampilkan di wajahmu.

Ibu aku merindukanmu

Ibu aku sangat merindukanmu
Ingin rasanya memelukmu
Mencium aroma tubuhmu
Mendekapmu dalam sayang.

Ibu aku sangat merindukanmu
Ingin kupandang wajahmu
Ingin kusentuh jemarimu
Ingin kukatakan aku sangat sayang padamu.

Ibu aku sangat merindukanmu
Disini aku selalu mengisi hatiku dengan tabah
Kujadikan setiap rindu airmata.

Ibu aku sangat merindukanmu
Ingin ada di dekatmu
Merasakan sayangmu
Merasakan hangatmu.

Ibu aku sangat merindukanmu
Disini aku berkutak dengan sakit
Ingin rasanya aku menyusulmu
Ingin rasanya aku bersamamu di putih surga.

Ibu aku sangat merindukanmu
Tuhan dengarkanlah ini
Dengarkanlah bisu ini
Dengarkanlah sayatan rindu ini.

Ibu aku sangat merindukanmu
Semoga nanti kita bisa bertemu kembali
Berjanji untuk selalu bersama di kehidupan setelah mati.

Kamu adalah malaikatku

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Wanita baik berhati baja
Wanita yang hidupnya hanya untuk kami.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Aku lahir dari rahimmu
Keluar dari jasadmu.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Wanita yang ada disetiap malamku
Mendoakan malamku.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Saat aku tersenyum kau ada
Saat aku menangis kau juga ada.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Dari merah aku sudah merasa cintamu
Cintamu untukku yang membuatmu berani.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Engkau berani raib untukku
Engkau mau berkorban nyawa untukku anakmu ini.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Seorang hawa yang tuhan kirim untuk menjagaku
Engkau tiada putih juga tiada sayap.

Puisi Ibu Tersayang

youtube.com

Bunda Airmata

Kalau engkau menangis
Ibundamu yang meneteskan air mata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih
Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan

Menangislah banyak-banyak untuk Ibundamu
Dan jangan bikin satu kali pun untuk membuat Tuhan
naik pitam kepada hidupmu

Kalau Ibundamu menangis, para malaikat menjelma
butiran-butiran air matanya
Dan cahaya yang memancar di airmata ibunda
membuat para malaikat itu silau dan marah
kepadamu

Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala
menutup pintu sorga bagimu.

Bulan untuk Ibu

Ibu, di tubuhmu yang tabu untuk kusentuh
Kulabuhkan ingatan keparat dan menyesakkan
demi sebait puisi yang menjadikan engkau bulan

Akan bangkit gairah yang runtuh
Meski ajal dan kepulangan terlanjur sudah dijanjikan

Tungku-tungku telah dinyalakan
Kutu-kutu telah ditindas
dari rambut. Sagu-sagu telah di tebang
dari lahan gambut. Susu-susu sudah di peras
dari setiap daging yang tumbuh
Padi-padi telah ditumbuk
dari lumbung dan lesung

Lalu, apalagikah yang belum genap
dari tubuhmu, Ibu?

Di tubuhmu bersarang seluruh
rangrang dan burung-burung
luruh sayap. Pisau tak bersarung
Alu yang berderap. Pun sepatu dan debu
Bumbu-bumbu dan warung kopi
penuh cakap
tapi tidak tentang kepulangan ! Biarlah, Ibu,
kepulangan menjadi milikku seseorang,
milik ajal dan gairah tak tertahankan

Agar bangkeit segala yang runtuh,
Hingga tubuhmu tak lagi tabu aku sentuh
dengan tangan panjang kenanganku

Begitulah Ibu, tuubuhmu menjelma jadi sepotong labu
dalam arus pikiranku
hijau, telanjang, berlumut, terapung hanyut
ke laut pengembara

Maka di ujung puisi ini, sebelum turun hujan
Kujadikan engkau bulan.

Ibu

Ibu adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan
Pemberi harapan di dalam penderitaan, dan pemberi kekuatan di dalam kelemahan

Dialah sumber cinta, belas kasihan, simpati dan pengampunan
Manusia yang kehilangan ibunya berarti kehilangan jiwa sejati yang memberi berkat
dan menjaganya tanpa henti

Segala sesuatu di alam ini melukiskan tentang susuk Ibu
Matahari ada lah ibu dari planet bumi yang memberikan makanannyadengan
pancaran panasnya

Matahari tak pernah meninggalkan alam semesta pada malam hari sampai matahari
meminta bumi untuk tidur sejenak di dalam nyanyian lautan dan siulan burung-
burung dan anak-anak sungai

Dan bumi adalah ibu dari pepohonan dan bunga-bungan menjadi ibu yang baik
bagi buah-buahan dan biji-bijian
Ibu sebagai pembentuk dasar dari seluruh kewujudan dan adalah roh kekal, penuh
dengan keindahan dan cinta.

Puisi Ibu

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…

Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…

Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia obati dengan penawar dan semangat
dan bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…

Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu

Ibu…

Aku sayang padamu….
Tuhanku….
Aku bermohon pada-Mu
Sejahterahkanlah dia
Selamanya…

Sajak Ibu

Ibu pernah mengusirku minggat dari rumah
Tetapi menangis ketika aku susah
Ibu tak bisa memejamkan mata
Bila adikku tak bisa tidur karena lapar
Ibu akan marah besar
Bila kami merebut jatah makan
yang bukan hak kami

Ibuku memberi pelajaran keadilan
dengan kasih sayang
Ketabahan ibuku
Mengubah rasa sayur murah
menjadi sedap

Ibu menangis ketika aku mendapat susah
Ibu menangis ketika aku bahagia
Ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda
Ibu menangis ketika adikku keluar penjara
Ibu adalah hati yang rela menerima

Selalu disakiti oleh anak-anaknya
Penuh maaf dan ampun
Kasih sayang Ibu adalah kilau sinar kegaiban Tuhan
Membangkitkan haru insan
dengan kebijakan
Ibu mengenalkan aku kepada Tuhan.

Show Comments

No Responses Yet

masak sudah baca tidak mau comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.