Ir. Soekarno, Quotes, Kata kata, Presiden pertama, Indonesia, sabang sampai merauke

85+ Kata kata Soekarno yang Bisa Termotifasi, Biografi, Bijak, (Lengkap)

Kata kata Soekarno – Soekarno atau yang biasa akrab dengan Bung Karno, ialah Bapak Proklamator Indonesia, presiden pertama indonesia, sekaligus seorang orator ulung yang kehebatannya telah di akui oleh dunia internasional.

Untuk itu, kami mencoba menulis ulang kata kata Soekarno yang bisa membuat kita termotivasi. Nah, dan berikut ialah beberapa kata-kata dari seorang presiden pertama kita, simak dengan baik.

Sekilas Info Tentang Soekarno

Ir. Soekarno, Quotes, Kata kata, Presiden pertama, Indonesia, sabang sampai merauke

 

Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan ia meninggal pada umur 69 tahun di Jakarta, 21 juni 1970.

Soekarno adalah seorang Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945-1964. Ia memainkan peran penting dalam memerdekakan Negara Indonesia dari penjajahan Belanda.

Soekarno ialah seorang Proklamator Kemerdekaan Indonesia (dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945

“Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah.”

Pancasila lahir di rahim tanah air Indonesia yang beraneka ragam. Bukan dari pemikiran singkat saja. Kita, generasi bangsa harus bangga memiliki ideologi yang bisa merangkul semuanya.

Nah, dibawah ini adalah beberapa kata kata yang telah terucap oleh presiden pertama kita yaitu Bapak Soekarno. Beliau telah memberikan kita beberapa motivasi untuk selalu berusaha dan pantang menyerah dalam menghadapi segala masalah.

Nah, berikut di bawah adalah beberapa kata kata yang sangat menginspirasi anak bangsa Indonesia.

Kata kata Ir. Soekarno

Ir. Soekarno, Quotes, Kata kata, Presiden pertama, Indonesia, sabang sampai merauke

 

1. Hanya Kita yang Bisa Mengubah Nasib Kita

“Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri.”

Pada hakikatnya suatu bangsa tidak akan pernah berubah kecuali mereka sadar atas kesalahan yang mereka lakukan.

Karena itulah perubahan di awali dengan diri sendiri. Karena itulah, untuk menjadikan Indonesia yang sejahtera, perlu di mulai dari aset bangsa yang paling kecil, yakni keluarga. Jadikan keluarga kita keluarga yang bermental pejuang untuk Indonesia.

Jangan jadikan aset keluarga kita menjadi tempat kerupuk yang mudah rapuh ketika terkena angin sedikit. Jadikan dia seperti mental baja, yang mana bila terkena apapun tidak akan goyah.

2. Mutiara yang Bagus ada Didalam Laut yang Dalam

“Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.”

Apa makna dari kata kata di atas? Maksudnya ialah, apabila kita menginginkan sesuatu yang lebih maka kita harus berdo’a, dan berdoa juga harus di sertai dengan usaha yang keras.

Karena usaha yang kita lakukan tidak akan pernah mengkhianati hasil. Ibarat seperti mutiara yang terbaik akan kamu temukan di dasar lautan yang dalam.

3. Beri Aku 10 Pemuda

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Ini ialah kata kata Ir. Soekarno yang paling sering di teriakan. Memang, pemuda adalah pemilik jiwa api yang meluap-luap, tidak heran juga kalau bungkarno sampai berani menggertak akan mengucapkan dunia akan di guncangkan hanya dengan 10 pemuda.

4. Deritaku adalah Sebuah Kesaksian

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”

5. Kita Bangsa Besar. Bukan Bangsa Pengemis

“Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.”

Kemerdekaan suatu Negara itu lebih penting dari pada segalanya. Sebab dengan itu kita bebas menentukan nasib kita sendiri. Berbeda bila kita tidak merdeka, kita akan terus-terusan ditindas. terus-terusan di manfaatkan.

6. Belajar dan Berpikir Harus Seimbang

“Belajar tanpa berpikir itu tidaklah berguna, tapi berpikir tanpa belajar itu sangatlah berbahaya!”

Berpikir ialah proses menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain tanpa hadangan yang lainnya. Maka sangat berbahaya jika dilakukan tanpa ilmu yang jelas.

Ilmu yang jelas di dapatkan dari hasil belajar. Maka dari itu, seimbangkan dari kedua pihak supaya menjadi manusia yang bijak bestari.

7. Lebih Aku Suka

“Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram.”

Gelombang di ibaratkan seperti jiwa manusia yang bergejolak untuk selalu terus berjuang. Dibandingkan dengan sawah yang menggambarkan sesuatu yang diam. Kata kata Ir. Soekarno ini sebagai gambaran, betapa semangatnya beliau untuk selalu maju menjadi yang tertinggi.

8. Indonesia dari Ujung Hingga Ujung

“Negeri ini, Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik suatu adat-istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!”

Indonesia Merdeka tidak hanya dari perjuangan satu golongan sahaja, tidak oleh darah, keringat, dan air mata dari satu golongan saja.

Maka sudah sepatutnya kita berkumpul menjadi satu tidak bercerai berai. Karena tadi, Indonesia tidak hanya milik satu golongan saja, akan tetapi Indonesia milik kita bersama.

9. Pancasila Anak Bumi Indonesia

“Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah.”

Pancasila lahir dari rahim tanah air Indonesia yang beraneka ragam ras dan budaya. Bukan dari pemikiran singkat saja. Kita, generasi bangsa Indonesia, harus bangga memiliki ideologi yang bisa merangkul semua.

10. Hidup untuk Tanah Air Bangsa

“Jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan, dua hidup ini pun akan aku persembahkan kepada tanah air dan bangsa.”

Seseorang pemimpin bangsa Indonesia harus bisa mengalihbentukkan kehidupan yang Tuhan berikan padanya dengan baik, dengan adil, dan bijak sana.

Kata kata Bijak Soekarno

Ir. Soekarno, Quotes, Kata kata, Presiden pertama, Indonesia, sabang sampai merauke

 

1. Gapai Sedalam Mungkin

“Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.”

Ungkapan ini sangat menyatakan bahwa siapapun yang ingin menjadi sesuatu yang indah dan berharga, maka dirinya sendirilah yang harus berusaha agar bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.

Tidak ada orang lain yang bisa membantu kamu untuk mencapai cita-cita yang ingin kamu capai tersebut. Orang lain hanya mampu mendorong kamu supaya semangat.

2. Lihatlah ke Depan Jangan ke Belakang

3. “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau sangat berguna sebagai kaca benggala daripada masa yang akan datang.”

Sering kali kita terlalu takut menghadapi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian. Kamu mungkin tidak perlu takut terhadap masa yang akan datang.

Hal yang perlu kamu siapkan untuk menanggung masa depan yang baik ialah bekerja keras, serta belajar dari pengalaman yang sudah terjadi. Dengan begitu kamu akan membawa masa depan yang baik untuk diri kamu sendiri.

3. Rasa Kebangsaan yang Sehat

“Dari sudut positif, kita tidak bisa membangunkan kultur kepribadian kita dengan sebaik-baiknya kalau tidak ada rasa kebangsaaan yang sehat.”

Pribadi Indonesia lahir dari kemajemukan budaya yang ada di dalamnya. Tidak akan tercipta suatu kepribadian suatu bangsa yang baik, bila pada dalam dirinya tidak ada rasa kebangsaan yang baiik.

4. Gotong Royong ialah Usaha

“Kekeluargaan adalah suatu faham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota terhormat Soekardjo satu karyo, satu gawe.”

Dengan bergotong royong, kita bisa bergerak, dengan bergeraknya raga kita berarti kita sedang berjuang.

5. Kitalah yang Seharusnya Mengolah Kekayaan Indonesia

“Aku tinggalkan Kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya.”

Akan tetapi, hingga kini kekayaan alam Indonesia diolah oleh produk-produk asing nan kapitalis.

Tentu ini sangat berlawanan dengan pesan Ir. Soekarno, atau lebih tepatnya hanya sebuah harapan.

6. Merdeka ialah Sebuah Jembatan

“Merdeka hanyalah sebuah jembatan, walaupun jembatan emas, di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis!”

Merdeka saja belum cukup. Sebab merdeka hanya mengantarkan kita kepada kehidupan yang lebih nyaman atau baru.

Yang terpenting dari yang terpenting ialah, apa yang akan kita lakukan setelah merdeka? Pada zaman Ir. Soekarno beliau sudah mengisyaratkan, bahwa setelah merdeka akan ada dua pilihan untuk kita, dan kita hanya tinggal memilihnya.

7. Kurang Percaya diri

“Apakah kelemahan kita adalah kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong.”

Bangsa Indonesia besar karena kekeluargaan dan kegotong-royongan yang di timbulkan. Bukan bangsa yang lemah dalam menghadapi keadaan. Akan tetapi kita ini adalah bangsa yang sangat kuat dan peduli.

8. Orang Baik

“Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya.”

Orang baik tidak akan perlu menjelaskan dirinya baik, sebab kebaikkan akan terlihat dari kelakuannya, dan dari manfaat yang di sarankan orang-orang sekelilingnya.

9. Setinggi Langit

“Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Makna dari quotes di atas ialah, ketika cita-cita kita tinggi, kita juga harus mengimbangi nya dengan semangat.

Maka ketika impian itu tidak kita capai, setidaknya kita pernah bersemangat dan telah mencapai tingkatan yang lebih tinggi dari mereka yang tidak bersemangat sama sekali.

10. Rakyat adalah Jiwaku

“Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, berjuang karena rakyat, dan aku penyambung lidah rakyat.”

Siapapun pemimpin, dia berasal dari suara rakyat yang memilih. Maka selanjutnya adalah berjuang demi rakyat, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.

P E N U T U P

Semoga dari sekian banyak kata kata yang sudah kami tulis, memberi motivasi kepada pembaca, dan kami berterima kasih atas apa yang sudah kamu lakukan. Sekali lagi terima kasih semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk share di media sosial kamu yaa.

masak sudah baca tidak mau comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.